6 Makanan yang Baik Untuk Sahur Biar Perut Gak Keroncongan Sampai Maghrib


Tak lama lagi umat islam di dunia bertemu dengan bulan yang penuh berkah, apalagi kalau bukan Ramadan. Bulan yang identik dengan aktivitas puasa ini tentunya menjadi salah satu waktu penuh perasaan dirindukan oleh semua orang. Karena hanya saat Ramadan lah kita bisa bersama meraih berkah melalui puasa dan jenis ibadah lain. Dan ngomong-ngomong soal puasa, mungkin hal ini jadi salah satu tantangan sendiri ya buat kita yang selama ini tidak membiasakan diri puasa.

Kalau biasanya kita bisa dengan santainya makan dan ngemil saat mulai keroncongan di siang hari atau menyeruput segelas es jeruk di bawah terik matahari, tentu puasa akan jadi hal yang harus dibiasakan lagi. Nah kalau misal kalian khawatir nih nggak bisa menahan lapar atau haus ketika puasa, coba deh siasati itu dengan menemukan menu sahur yang tepat seperti di bawah ini.

Oatmeal


Jenis makanan ini mungkin terdengar asing ya untuk sebagian orang. Apalagi orang Indonesia yang selama ini menganut paham ‘belum kenyang kalau belum makan nasi.’ Tapi perlu diketahui bahwa menurut penelitian, oatmeal yang mengandung karbohidrat kompleks dapat memberikan cukup asupan energi pada tubuh dalam waktu yang lama. Apalagi jika makanan yang berbahan dasar gandum ini ditambahkan dengan buah-buahan atau susu, pastinya tubuh akan tetap bisa bersemangat sampai bedug nanti.

Selain itu, nasi merupakan satu bahan makanan dengan kadar gula cukup tinggi. Bahan makanan yang seperti itu malah akan membuat kita lebih cepat lapar lantaran selalu akan meminta asupan energi baru.

Pilih minuman hangat


Yang namanya sehat pasti butuh perjuangan, termasuk bila ingin tetap prima saat berpuasa. Kalau makanan beratnya oatmeal yang jadi juara, minumnya tetap pilihlah yang hangat. Tentu ini akan jadi perjuangan berat buat kalian yang nggak bisa minum tanpa es. Tapi perlu diketahui bahwa meminum air es setelah mengonsumsi makanan berat itu berisiko menimbulkan kram syaraf perut karena sifatnya yang dingin.

Apalagi bila kalian memiliki riwayat sakit maag, wah kurang-kurangin deh minum es setelah makan makanan berat. Pasalnya syaraf perut kita akan tegang dan kaget sehingga menyebabkan kram. Air hangat dinilai sangat baik dikonsumsi ketika sahur maupun buka karena akan membantu merileks-kan syaraf perut. Bila demikian maka nantinya perut jadi lebih mudah mengolah makanan yang masuk.

Makanan-makanan sumber protein


Sudah bukan hal baru lagi ya bahwa makanan dengan kandungan protein tinggi sangat baik dikonsumsi saat sahur. Protein yang memiliki fungsi untuk meregenerasi sel tubuh yang mati bisa meningkatkan kebugaran tubuh agar kuat puasa seharian. Kandungan protein ini bisa kalian temukan di berbagai jenis makanan seperti halnya telur.

Ngerasa nggak sih kalau kita menjadi kenyang lebih lama jika sarapan dengan telur? Jadi di bulan puasa nanti, telur bisa kalian gunakan sebagai hidangan penutup saat sahur. Selain telur, alangkah baiknya bila kalian juga mengonsumsi kacang-kacangan yang kaya protein dan karbohidrat, ikan yang mengandung lemak baik, tempe, tahu, ataupun daging. Tapi ingat, untuk tidak terlalu berlebihan ya.

Jangan lupakan buah-buahan


Buah emang tidak pernah bohong soal memberikan nutrisi yang cukup pada tubuh kita. Ketika menjalani puasa ada baiknya kita rutin mengonsumsi jenis panganan yang satu ini. Apalagi jenisnya sangat banyak, jadi tidak ada alasan buat kalian mangkir dari makan buah. Buah sangat baik dimakan setiap hari karena kandungan vitamin serta mineralnya akan membantu membuat tubuh tidak lemas meski seharian puasa.

Kandungan vitamin buah juga bisa membantu tetap menjaga kebugaran tubuh kita agar tetap fit. Kalian bisa menyiasati mengonsumsi buah ini dengan mengolahnya menjadi jus terlebih dahulu. Tapi perlu diingat, jusnya tanpa es ya. Karena kalau ditambahkan es sama saja tidak baik untuk syaraf di perut. Ya kan?

Sayuran tetap mengungguli klasemen


Setelah kita berkutat dengan jenis makanan berat, minuman, lauk-pauk, dan buah jangan pernah lupakan sayur mayur. Makanan yang satu ini bisa membantu menyediakan asupan mineral, serat, vitamin secara bersamaan. Dan kalau berniat sahur menggunakan sayur, usahakan untuk tidak mengonsumsi jenis makanan ini yang sudah dihangatkan ya.

Sebab ternyata sayur yang sudah disimpan lebih dari delapan jam sudah mengalami berkurangnya kandungan gizi. Meskipun itu sudah dihangatkan kembali. Jadi usahakan selalu konsumsi yang segar karena serat di dalamnya bisa membantu metabolisme tubuh bekerja dengan baik loh.

Ngemil kurma juga sah-sah saja


Saran untuk mengonsumsi kurma saat buka puasa mungkin sudah sering diberikan ya, tapi bagaimana dengan sahur? Tentu saja kurma memang tidak pernah salah untuk dikonsumsi kapan saja, apalagi ketika sahur. Kurma memiliki kandungan serat yang membuat kita merasa kenyang lebih lama serta baik untuk kesehatan pencernaan.

Kalau kalian ingin cara lain untuk mengonsumsi si kecil kurma, boleh saja bila ingin ditambah dengan madu maupun susu agar lebih nikmat dan sehat. Kurma ini juga ternyata memiliki kandungan vitamin A, B, C, fruktosa, serta lainnya yang akan memebuhi kebutuhan nutrisi kita seharian. Makan saja beberapa butir kurma seusai sahur sembari menunggu imsyak.

Sebenarnya makanan sehat yang disarankan dikonsumsi ketika sahut tidak terlalu neko-neko ya. Bahan makanan di atas tentu bisa dengan mudah di dapatkan baik di pasar maupun minimarket terdekat bukan? Jadi bukan alasan lagi jika kalian sulit menemukannya saat berbelanja. Usahakan mengatur pola sahur agar puasa bisa dijalani selama satu bulan penuh bila tidak ada halangan ya. Jangan juga berdalih tidak menyukai bahan makanan di atas kalau mau kuat puasa seharian. Pilih makan enak tapi nggak bikin kenyang atau makanan sehat dan bikin kenyang seharian?

Let's block ads! (Why?)

Previous
Next Post »
Thanks for your comment