6 Tanda Kamu Kurang Tidur

kurang-tidur

Tidur sama pentingnya seperti makan untuk menjaga kelangsungan hidup Anda. Kurang tidur yang kronis dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, obesitas, depresi, produksi hormon tidak teratur, sistem kekebalan tubuh yang lemah, kehilangan ingatan serta penurunan konsentrasi. Apakah kamu menghabiskan cukup waktu yang berkualitas untuk tidur? Lihatlah tanda-tanda di bawah ini yang dikutip dari astaga.com

  1. Kamu tidak lapar saat makan siang. Kurangnya tidur dapat membuat kamu terus-menerus ingin makan lebih banyak atau terus-menerus merasa seperti kamu tidak lapar. Kondisi kurang tidur mengganggu metabolisme kamu, ini alasan mengapa orang kehilangan atau menambah berat badan selama periode kurang tidur.
  2. Kamu telah melihat tiga situs Web berbeda dalam 5 menit terakhir dan memeriksa email kamu dua kali. Apakah kamu sedang menulis email cepat atau memecahkan persoalan yang sulit, kurang tidur dapat membuat Anda sulit berkonsentrasi.
  3. Kamu tidak dapat mengingat di mana kamu meletakkan kunci mobil. Otak kamu perlu tidur agar kembali segar dan beregenerasi. Tanpa itu, memori jangka pendek kamu mungkin akan terganggu. Tidur pada malam hari lebih baik daripada tidur di jam manapun.
  4. Kamu kesulitan bercakap-cakap. kamu mungkin punya waktu untuk bersosialisasi dengan kawan-kawan, tapi Anda akan sulit berkomunikasi bila kamu tidak tidur cukup.
  5. Kamu mengantuk saat mengemudi. Mata kamu mungkin terasa berat saat kamu menatap layar komputer atau terjebak dalam pertemuan kantor, tetapi jika Anda berjuang untuk tetap terjaga saat mengemudi, itu bukan berarti Anda bosan, tapi Anda membutuhkan lebih banyak tidur. Minuman berkafein, memasang musik keras-keras, atau membuka jendela dapat menyegarkan Anda sementara tetapi tidak akan membuat Anda tetap waspada.
  6. kamu merasa sakit. Perbaikan sistem kekebalan tubuh terjadi saat kamu tidur. Jadi selain mengonsumsi makanan yang dapat melawan flu, tidur setidaknya tujuh jam setiap malam agar kamu tetap sehat.

Republished by Blog Post Promoter

Let's block ads! (Why?)

Previous
Next Post »
Thanks for your comment