Mengenal Memex Lebih Dalam


Maaf, ini bukan memex seperti yang anda pikirkan 🙂 , tetapi adalah sebuah mesin pencari bernama Memex, yang belakangan ini menyedot perhatian para netizen. Tak hanya karena kemampuannya yang diklaim lebih canggih dari Google, tetapi juga berkat teknologi `misterius` yang diyakini bisa digunakan untuk memerangi kejahatan.

Seperti yang dikutip dari liputan6.com, Memex adalah mesin pencari yang dikembangkan oleh Pentagon melalui lembaga riset Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA).

Setahun belakangan ini Pentagon diketahui telah melakukan penelitian terkait Memex dengan tujuan melacak informasi di internet yang tak bisa dicari Google.

“Ada potensi besar,” kata Jeff Schneider, seorang profesor peneliti dari Robotics Institute di Carnegie Mellon School of Computer Science. Awal tahun ini, Carnegie Mellon diberikan nilai kontrak sebesar US$ 3,6 juta untuk berkolaborasi mengembangkan proyek ini bersama DARPA.

“Program ini sekarang difokuskan untuk memerangi perdagangan manusia – yang dipilih sebagai target domain,” kata Schneider. Pun demikian, Memex bisa diterapkan pada bidang lain.

“Setiap algoritma bisa kita gunakan untuk mempelajari gerak-gerik perdagangan manusia dengan mudah dan kemudian diinformasikan kepada masyarakat,” tambahnya

Memex adalah Dark Web
Kita semua akrab dengan apa yang dikenal sebagai “surface web” – seperangkat halaman web yang bisa diakses saat kita melakukan pencarian melalui mesin pencari, seperti Google. Demikian seperti dikutip dari laman Computer World.

Halaman tersebut dapat diakses karena mereka terhubung dengan halaman publik lainnya dan secara luas dilihat oleh mesin pencari, juga dikenal sebagai spiders.

Memex sendiri adalah mesin pencari khusus Dark Web. Proyek ini sudah berlangsung selama setahun dan masih akan berlanjut hingga dua tahun ke depan.

Tujuan dibuatnya Memex adalah untuk mengembangkan software dengan kemampuan seperti mesin pencari, namun dengan pencarian yang lebih spesifik.

Mampu menelisik halaman rahasia
Banyak kalangan yang berpendapat bahwa mesin pencari raksasa, seperti Google hanya mampu melacak 10 persen dari seluruh halaman yang ada di web, sisanya masih tersembunyi di dalam `dark` domain alias server privat.

Selain untuk mendeteksi kejahatan, Memex diduga dapat digunakan untuk kepentingan bisnis. Analis saham mungkin menggunakan Memex untuk mencari halaman tersembunyi untuk mencari informasi yang relevan terkait saham.

“Teknologi ini juga bisa digunakan untuk mengungkap penipuan dan aktivitas ilegal lainnya dalam dunia bisnis,” kata Emily Kennedy, CEO Marinus Analytics, cabang Carnegie Mellon yang juga terlibat dalam proyek Memex.

95% lebih responsif dari Google
Memex diklaim 95% lebih responsif dari Google dalam melakukan pencarian informasi. “Kami membayangkan sebuah paradigma baru dalam proses pencarian di internet yang akan menyesuaikan konten, hasil pencarian, dan tampilan antarmuka untuk pengguna individu dan pengguna yang berkecimpung dalam bidang studi,” kata Program Manager DARPA, Chris White.

Memex sendiri adalah kependekan dari memory dan index. Mesin pencari tersebut dikabarkan sudah diujicoba oleh sebagian kalangan, seperti aparat di New York City untuk mengungkap kasus human trafficking, prostitusi online maupun terorisme.

Berbeda dengan hasil pencarian dari Google, Bing, dan Yahoo – yang mana didasarkan pada iklan dan ditampilkan secara linear berdasarkan algoritma, Memex menyajikan informasi ke dalam bentuk infografis yang sulit ditemukan oleh Google.

Republished by Blog Post Promoter

Let's block ads! (Why?)

Previous
Next Post »
Thanks for your comment